MEDIAKU.CO – Lima bakal calon Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan, Madura, Jawa Timur periode 2026-2030 memaparkan visi, misi, dan program kerja untuk periode pada Rapat Senat Terbuka yang digelar di Gedung Pertemuan RP Mohammad Noer, setempat, Selasa (29/9/2026).
Kelima Bakal Calon Rektor itu masing-masing Prof. Dr. Erma Rusdiana, S.H., M.H., Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., Dr. Weny Findiastuti, S.T., M.T., lalu Prof. Dr. Kukuh Winarso, S.Si., M.T., dan Dr. Abdur Rohman, S.Ag., M.E.I.
“Forum ini menjadi bagian dari tahapan pemilihan Rektor UTM periode 2026-2030,” kata Dr. Zainal Abidin yang memandu kegiatan itu.
Prof. Dr. Erma Rusdiana mengusung tema “UTM Baru, Prestasi Baru”. Gagasannya fokus pada penguatan ekosistem tridharma, daya saing global, transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI), hilirisasi riset, internasionalisasi, serta pengembangan talenta.
Sejumlah program unggulan yang ditawarkan meliputi UTM Digital dan AI University, UTM Global, Research and Innovation Hub, Talent and Achievement Center, Entrepreneurial University, dan UTM for Madura.
Ia juga memaparkan roadmap pengembangan UTM mulai dari penguatan pondasi pada 2026 hingga pencapaian keunggulan pada 2030.
Sementara itu, Prof. Dr. Safi’ membawa gagasan “UTM Melaju (Melangkah untuk Lebih Maju)” melalui konsep Beyond Excellence.
Ia menawarkan penguatan UTM sebagai universitas berstandar internasional yang unggul, berdampak bagi masyarakat, berdaya saing di tingkat ASEAN, serta berlandaskan akhlaqul karimah dan Pancasila.
Lima pilar yang disampaikan Safi’ meliputi Academic Excellence, Research Excellence, Global Engagement, Impact to Society, dan Good University Governance. Kelima pilar tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan UTM hingga 2030.
Bakal calon berikutnya, Dr. Weny Findiastuti, mengusung tema “UTM Shaping Tomorrow” dengan tiga pijakan utama, yakni unggul dalam capaian, tangguh menghadapi tantangan, dan mandiri menentukan masa depan.
Fokus yang ditawarkan mencakup peningkatan mutu lulusan, penguatan riset dan hilirisasi, pengabdian berbasis kebutuhan masyarakat, tata kelola digital, kemandirian Badan Layanan Umum (BLU), serta peningkatan reputasi UTM di tingkat nasional dan internasional.
Weny juga memperkenalkan sejumlah program, antara lain UTM Future Learning, Madura Living Laboratory, UTM Innovation to Market, UTM One Data, dan UTM Global Reputation.
Sementara, Prof. Dr. Kukuh Winarso menyampaikan gagasan “UTM Berdaya: Berilmu, Berinovasi, Berkolaborasi, Berdampak”.
Ia menekankan pentingnya mengubah capaian kelembagaan menjadi dampak yang lebih nyata bagi masyarakat.
Gagasan tersebut diwujudkan melalui hilirisasi riset, penguatan kerja sama, digitalisasi layanan, serta pengembangan potensi Madura di sektor maritim, pangan, garam dan energi, ekonomi kreatif, budaya, hingga wilayah kepulauan.
Beberapa program yang ditawarkan di antaranya UTM Professor Acceleration, UTM AI & Digital University, Madura Research Grand Challenge, serta UTM One Data & Performance Dashboard.
Adapun Dr. Abdur Rohman mengusung konsep “UTM Kampus Maqashid: Merawat Tradisi, Mengembangkan Potensi”. Gagasan tersebut bertumpu pada prinsip maqashid al-syari’ah yang diterjemahkan melalui penguatan karakter, kesejahteraan, keunggulan, masa depan, dan keberlanjutan.
Program yang dipaparkan mencakup penguatan integritas dan kampus antikorupsi, moderasi beragama dan kearifan Madura, kesehatan mental, desa binaan berdampak, hilirisasi riset, kewirausahaan mahasiswa, tata kelola digital, serta penguatan kemandirian BLU.
Setelah pemaparan visi, misi, dan program kerja, kelima bakal calon mengikuti sesi pendalaman bersama tiga panelis, yakni Prof. Dr. Tarjo, S.E., M.Si.; Dr. Ir. Slamet Subari, M.Si.; dan Mat Saleh, S.Kel., M.Si.
Para panelis memberikan pertanyaan dan tanggapan terhadap gagasan yang disampaikan masing-masing bakal calon.
Forum kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama perwakilan senat, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.
Setiap bakal calon memperoleh waktu yang telah ditentukan untuk menjawab pertanyaan sesuai dengan visi, misi, dan program kerja yang dipaparkan.
Rapat Senat Terbuka tersebut merupakan salah satu tahapan dalam proses pemilihan Rektor UTM periode 2026–2030. Tahapan selanjutnya dijadwalkan pada 6 Oktober 2026, yakni pemilihan tiga calon rektor oleh Senat melalui Rapat Senat Tertutup.
Setelah pemilihan tiga calon, proses dilanjutkan dengan penetapan dan penyusunan berita acara hasil pemilihan.
Melalui forum terbuka ini, civitas akademika UTM mendapat kesempatan mengikuti secara langsung pemaparan dan pendalaman gagasan lima bakal calon rektor.
Berbagai visi dan strategi yang disampaikan menjadi bagian dari proses akademik dalam menentukan arah pengembangan UTM untuk periode 2026–2030. (Universitas Trunojoyo Madura/ UTM Bangkalan)