MEDIAKU.CO – Sebanyak 782 dari total 1.384 calon haji asal Kabupaten Pamekasan, masuk kategori berisiko tinggi, dan memerlukan pendampingan khusus dari panitia penyelenggaran ibadah haji.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan Saifudin mengatakan, sebagian besar merupakan jamaah lanjut usia, dan merupakan penderita penyakit penyerta, seperti hipertensi dan diabetes melitus.
“Kami telah menyampaikan data-data calon haji yang berisiko tinggi tersebut kepada panitia, agar mereka bisa mendapatkan perhatian khusus dari panitia dalam banyak hal, terutama fasilitas layanan kesehatan dan pemantauan dari tim medis yang bertugas,” katanya.
Secara terpisah Kepala Kementerian Haji dan Umroh Pamekasan Abdul Halim mengatakan, telah menerima laporan hasil pemeriksaan kesehatan calon haji itu, terutama terkait calon yang berisiko tinggi.
“Mereka yang masuk kategori berisiko tinggi, akan mendapatkan peerhatian khusus, baik dari panitia penyelenggara, ataupun tenaga medis yang bertugas,” katanya.
Calhaj sebanyak 1.384 orang asal Kabupaten Pamekasan tahun ini terbagi dalam empat kelompok terbang (kloter), yakni kloter 73, 74, 75 dan 76.
Calhaj yang tergabung dalam kloter 73 sebanyak 309 orang, kloter 74 sebanyak 325 orang, , kloter 75 sebanyak 376 orang dan yang tergabung dalam kloter 76 sebanyak 374 orang.
“Mereka akan berangkat ke Tanah Suci Makkah pada 10 Mei 2026, sedangkan pelepasan secara simbolis telah dilakukan hari ini di Masjid Agung As-Syuhada Pamekasan,” katanya dalam pernyataan pers kepada media, Selasa (5/5/2026) malam. (Ibadah Haji 2026)